|
Bergabunglah dengan milis
I2, SEKARANG!!
Berapa banyak milis yang sudah Anda ikuti? Berapa banyak yang
benar-benar memberikan Anda hasil?
Bergabunglah dengan
milis Inspirasi Indonesia, SEKARANG! Dan nikmati berbagai
pengetahuan dan inspirasi yang tidak Anda temui di tempat lain!
Kami akan SEGERA aktif
dalam berbagai layanan dan program kami! Dari Momen Inspirasi
(MI), berbagai seminar dan workshop, buku-buku, CD, t-shirt dan
berbagai asesoris inspiratif lainnya! Bergabunglah untuk bisa
mendapatkan informasi yang update mengenai semua tools ini!
Warnai hidup Anda dengan sesuatu yang berbeda, dan lakukan lompatan
kuantum menuju level kehidupan yang baru!!!
Kirimkan permintaan
subscribe sekarang juga ke alamat milis di bagian bawah halaman ini!

|
Membicarakan Gaji di Interview
Oleh: Hingdranata Nikolay
Negosiasi
gaji konon menjadi momok bagi banyak pencari kerja. Dalam banyak
kesempatan, kegagalan interview dipersepsikan karena berhubungan
dengan permintaan gaji. Dalam seminar-seminar mengenai karir, saya
paling banyak dihadapkan pada pertanyaan 'bagaimana menjawab
pertanyaan mengenai permintaan gaji'. Apakah sebegitu sulitnya?
Ya. Bagi beberapa
orang. Alasannya adalah kalau menjawab kerendahan, dianggap murahan
atau pasaran, dan bahkan takutnya kalau calon perusahaan mengambil
keuntungan karena permintaan lebih rendah dari standard mereka.
Kalau menjawab ketinggian, takutnya dianggap sombong atau malah
takabur, terutama kalau ternyata standard calon perusahaan tidak
setinggi yang kita inginkan. Kalau menjawab 'sesuai standard'?
Nanti bisa dianggap tidak punya prinsip, tidak memahami 'nilai'
sendiri, atau bahkan sangat pasaran karena ribuan kandidat juga bisa
menjawab yang sama.
So? Bagaimana
menjawab dengan efektif?
Coba ikuti tips
berikut dari I2.
-
Lakukan survey gaji sampai
sejauh yang bisa lakukan. Cek ke teman atau teman dari teman
yang mempunyai pekerjaan sejenis di perusahaan yang sejenis.
Apabila Anda tidak bisa peroleh data tersebut, alternatif
lainnya: pekerjaan lain yang satu level dalam tingkatan
korporasinya tapi di perusahaan sejenis, atau pekerjaan sejenis
di perusahaan yang berbeda jenis atau skala. INGAT bahwa
pekerjaan sejenis di perusahaan sejenis juga belum tentu
mewakili nilai sama. Gaji ditentukan oleh 3 faktor: harga
pekerjaannya, harga orang yang memegang jabatan atau pekerjaan
tersebut, dan harga market. Cari tahu juga apakah gaji
tersebut adalah harga pekerjaannya sendiri atau harga pemegang
jabatannya.
-
Tentukan BATNA (Best
Alternative to a Negotiated Agreement) Anda. Pertama, cek
diri sendiri dahulu, apakah Anda pindah karena gaji, karir,
ketenangan kerja, stabilitas, atau yang lainnya. Kalau Anda
pindah bukan karena alasan gaji, maka gaji tidak perlu terlalu
difokuskan dalam negosiasi, yang berarti permintaan bisa
berkisar dari 0-10% dari gaji sekarang. Seandainya gaji
menjadi faktor penting buat Anda dan menjadi motif Anda pindah
kerja, maka Anda perlu kombinasi antara peningkatan 10%-25% dari
gaji sekarang dengan hasil survey Anda. Seandainya
ternyata hasil survey Anda adalah standard di luar sana jauh
lebih besar, say 50% dari gaji Anda, bukan berarti Anda bisa
langsung nembak. Dan hasil survey yang lebih bisa dipakai adalah
harga pekerjaan, bukan harga pemegang jabatannya. INGAT satu
aturan main: persepsi perusahaan mengenai tingkat kemampuan
Anda termasuk dari seberapa tinggi gaji Anda sekarang.
Jadi mereka bisa jadi melihat Anda sebagai seseorang yang coba 'untung-untungan'
meminta gaji lebih. Efektifnya, adalah WIN-WIN. Anda bisa
menembak nilai tengah dari range 10%-50%, atau sekitar 30%-35%.
Inilah adalah tipikal cara Anda menentukan BATNA, tentukan harga
yang hendak Anda minta, tentukan bottom line Anda apabila
terjadi negosiasi, dan stick to it. Yang berarti Anda bisa
dengan percaya diri meminta, dan berani walk away apabila tidak
sesuai dengan permitaan Anda. CATAT, hanya apabila Anda maju
dengan BATNA, pewawancara Anda akan melihat, mendengar, dan
merasakan PD Anda!
-
Setelah BATNA Anda ditentukan,
sampaikan pada saat interview. Nah, ada sebuah tip bagus
pada saat menjawab pertanyaan :"Berapa gaji yang Anda minta?" So
simple, tapi tidak banyak yang tahu. You see, rahasianya bukan
di angkanya, tapi kalimat yang membungkus permintaan Anda
tersebut. Beginilah kalimat yang biasa saya ucapkan "Saya
akan sangat senang apabila memperoleh gaji Rp.........
Akan tetapi Bapak/Ibu tentu sudah melihat cv saya dan mempunyai
gambaran sendiri mengenai nilai yang bisa saya kontribusikan ke
perusahaan ini, dan tentunya Bapak/Ibu yang tahu bagaimana
kemampuan dan harapan saya bisa cocok dengan standard perusahaan
ini, jadi, saya akan sangat senang apabila bisa mendengar juga
dari Bapak/Ibu, kira-kira berapa yang ditawarkan ke saya"
Packaging ini menunjukkan citra profesional Anda, yang tahu
nilai Anda, tapi tetap ingin bisa melihat dan merasakan apakah
nilai Anda bisa sesuai dengan persepsi nilai perusahaan, baik
terhadap pekerjaan yang Anda lamar maupun terhadap Anda sebagai
kandidat pemegang jabatan tersebut.
-
PENTING: Apabila pertanyaan
tentang gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya Anda tidak
langsung menjawab. Kalau ini terjadi, Anda justru mempunyai
kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan citra profesional Anda!
Yang bisa Anda lakukan adalah berucap seperti "Apabila Bapak/Ibu
tidak berkeberatan, saya ingin tahu lebih jauh dahulu tentang
peran dan tanggung jawab pekerjaan ini sebelum saya menjawab
pertanyaan ini. Saya belum mendapat atau merasakan gambaran
utuhnya"
Tips lainnya? Tidak ada! That's
it!
So, survey, tentukan BATNA,
bungkus permintaan Anda dengan citra yang baik, dan tembak pada saat
yang tepat!
GO AND GET IT!
______________________________________________________________
Bagaimana tips ini menurut Anda?
Apakah ada usulan menampilkan tips
tertentu?
Sampaikan feedback Anda ke:
feedback@inspirasiindonesia.com
|